Kamis, 02 September 2010

ikur koto

Arsitektur masjid di Indonesia saat ini banyak didominasi atap kubah. Padahal, sebenarnya Indonesia memiliki keragaman bentuk atap masjid yang mencirikan arsitektur tradisional suatu daerah.

Di Sumatera Barat, ternyata masih dapat ditemukan arsitektur masjid dengan bentuk atap khas dan berbeda dari arsitektur masjid di daerah lain Indonesia. Meskipun terletak di Sumatera Barat, jangan membayangkan arsitektur masjidnya bergaya arsitektur Minangkabau.

Salah satunya adalah Masjid Raya Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah Padang, masjid lama yang masih kokoh berdiri. Masjid yang diperkirakan dibangun pada 1930-an semasa penjajahan Belanda ini mengadopsi berbagai bentuk arsitektur.

Jika diperhatikan, atap tumpang pada masjid tersebut hampir mirip dengan atap masjid kuno di Jawa Tengah, seperti Masjid Kudus dan Masjid Demak, hanya saja proporsinya berbeda.

Atap Masjid Raya Ikur Koto pada dasarnya merupakan atap tumpang tiga lapis, namun lapis teratas ditinggikan dan diberi tambahan atap kubah. Pada puncak atapnya dimodifikasi menjadi bentuk segi delapan dan diberi hiasan khas Minangkabau.

Arsitektur masjid di Indonesia saat ini banyak didominasi atap kubah. Padahal, sebenarnya Indonesia memiliki keragaman bentuk atap masjid yang mencirikan arsitektur tradisional suatu daerah.

Di Sumatera Barat, ternyata masih dapat ditemukan arsitektur masjid dengan bentuk atap khas dan berbeda dari arsitektur masjid di daerah lain Indonesia. Meskipun terletak di Sumatera Barat, jangan membayangkan arsitektur masjidnya bergaya arsitektur Minangkabau.

Salah satunya adalah Masjid Raya Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah Padang, masjid lama yang masih kokoh berdiri. Masjid yang diperkirakan dibangun pada 1930-an semasa penjajahan Belanda ini mengadopsi berbagai bentuk arsitektur.

Jika diperhatikan, atap tumpang pada masjid tersebut hampir mirip dengan atap masjid kuno di Jawa Tengah, seperti Masjid Kudus dan Masjid Demak, hanya saja proporsinya berbeda.

Atap Masjid Raya Ikur Koto pada dasarnya merupakan atap tumpang tiga lapis, namun lapis teratas ditinggikan dan diberi tambahan atap kubah. Pada puncak atapnya dimodifikasi menjadi bentuk segi delapan dan diberi hiasan khas Minangkabau.Arsitektur masjid di Indonesia saat ini banyak didominasi atap kubah. Padahal, sebenarnya Indonesia memiliki keragaman bentuk atap masjid yang mencirikan arsitektur tradisional suatu daerah.

Di Sumatera Barat, ternyata masih dapat ditemukan arsitektur masjid dengan bentuk atap khas dan berbeda dari arsitektur masjid di daerah lain Indonesia. Meskipun terletak di Sumatera Barat, jangan membayangkan arsitektur masjidnya bergaya arsitektur Minangkabau.

Salah satunya adalah Masjid Raya Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah Padang, masjid lama yang masih kokoh berdiri. Masjid yang diperkirakan dibangun pada 1930-an semasa penjajahan Belanda ini mengadopsi berbagai bentuk arsitektur.

Jika diperhatikan, atap tumpang pada masjid tersebut hampir mirip dengan atap masjid kuno di Jawa Tengah, seperti Masjid Kudus dan Masjid Demak, hanya saja proporsinya berbeda.

Atap Masjid Raya Ikur Koto pada dasarnya merupakan atap tumpang tiga lapis, namun lapis teratas ditinggikan dan diberi tambahan atap kubah. Pada puncak atapnya dimodifikasi menjadi bentuk segi delapan dan diberi hiasan khas Minangkabau.

tapi sekarang ..........
terjadinya gempa pada tanggal 30092009 memberi efek yang tidak baik pada arsitektur mesijid ini sehingga terjadi kerusakan pada atap dan dinding nya.... dan salah seorang dari malaisya memberi bantuan unruk memperbaiki mesjid ini.....sehingga terjadi perubahan pada atap yang lebih mencolok....... (FOTO di ATAS)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar